web analytics
Rekomendasi dan Tips Investasi Saham Jangka Panjang
Rekomendasi dan Tips Investasi Saham Jangka Panjang

Rekomendasi dan Tips Investasi Saham Jangka Panjang

KABARPERTIWI – Jika anda pemula yang ingin melakukan investasi saham. Anda harus paham dulu apa yang namanya investasi saham, Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang namanya investasi saham harus bersifat jangka panjang jika jangka pendek itu trading saham.

Jika anda ingin melakukan investasi jangka panjang maka anda harus fokus dalam investasi tersebut, kenapa? Itu dikarenakan fokus terhadap investasi jangka panjang dapat meminimalkan resiko, tidak seperti jangka pendek (trading saham), yang pergerakan saham sangat fluktuatif.

Dalam sejarah, investasi jangka panjang memungkinkan anda untuk mendapatkan profit atau return mencapai 12% per tahun, angka ini dapat mencapai 20% per tahun dengan asumsi kondisi perkonomia stabil, jadi, berikut tips dan rekomendasi investasi jangka panjang untuk pemula.

1. Gunakan Konsep Value Investing

Apa anda pernah mendengar konsep value investing? Intinya, konsep ini cenderung membandingkan nilai atau harga wajar saham dengan nilai atau harga saham yang diperdagangkan di bursa.

Para investor yang sering menerapkan konsep ini dinamakan value investor, ketika memilih saham emiten, jika harga suatu saham lebih rendah dari nilai wajarnya maka kemungkinan akan para value investor akan melakukan investasi.

Untuk catatan saja fundamental emiten tidak boleh bermasalah.

Ada beberapa rekomendasi kriteria saham yang tergolong ke value investing.

  • Saham yang memiliki rasio PER kecil;
  • Nilai Debt to Equity Ratio (DER) lebih kecil dari 1;
  • Nilai Dividend Yield tidak kurang dari 5%;
  • Memiliki pertumbuhan laba sekurang-kurangnya 7% dalam 10 tahun terakhir;
  • Total aset lancar (current assets) minimal 2 kali lebih besar dari total utang lancar (current liabilities);
  • Harga saham emiten minimal 2/3 lebih kecil dari harga wajarnya.

Salah satu tokoh value investor yang terkenal adalah Warren Buffet. Beliau adalah seorang value investor yang mencari saham dengan harga murah dengan konsep value investing.

Alasan kesuksesannya adalah selalu bersabar dalam mencari saham emiten dan menunggu waktu yang tepat untuk melakukan investasi.

2. Menggunakan konsep Growth Investing

Rekomendasi dan tips yang selanjutnya adalah, menggunakan konsep growth investing. Apa itu growth investing? Singkatnya konsep growth investing ini lebih ke melihat sisi pertumbuhan laba suatu emiten.

Yang artinya, semakin tinggi serta konsisten perkembangan laba suatu emiten, akan semakin baik menjadikannya investasi jangka panjang

berikut lah beberapa kriteria saham yang dapat digolongkan growth investing.

  • Mampu menciptakan pertumbuhan laba bersih dengan cepat;
  • Nilai pertumbuhan laba bersih setidaknya lebih besar dari para pesaingnya; dan
  • Setidaknya perkembangan laba pernah mengalami peningkatan dua kali lipat di dalam periode lima tahun terakhir.

Dibawah ini juga indikator lain suatu emiten yang memiliki laba bersih tahunan yang cepat di lima tahun terakhir ini.

  • Untuk perusahaan kecil, pertumbuhan laba minimal 12%;
  • Untuk perusahaan menengah, pertumbuhan laba setidaknya minimal 7%; dan
  • Untuk perusahaan besar, pertumbuhan laba minimal 5%.

3. Gunakan Konsep Income Investing

Rekomendasi dan tips yang ke tiga adalah kosep income investing. Konsep ini memfokuskan untuk mencari perusahaan yang memberikan fixed income khususnya deviden kepada investor.

Dalam konsep ini investor tidak berfokus di capital gain perusahaan. Untukitu ada baiknya Anda memilik panduan ini.

Cirir-ciri saham yang mempunyai kriteria ini, dan layak untuk dikoleksi jangka panjang. Adapun kriterianya sebagai berikut:

  • Deviden yag dibagikan kosisten antara 5 – 10 tahun terakhir;
  • Memiliki nilai dividend yield yang selalu, minimal di atas 2,5 %.

4. Konsep Dollar Cost Averaging

Tips yang terkahir adalah konsep dollar cost averaging atau diversifikasi, yang melalui melalui waktu.

Konsep ini mempunyai cara kerja yang sangat sederhana, saham yang Anda beli bisa dengan jumlah rupiah yang sama setiap periode, per bulanan, per kuartal, atau lainnya.

Jadi prinsip dari konsep  ini tidak begitu memperhatikan nilai atau harga saham. Sehingga Anda bisa fokus untuk menabung atau saham yang dibeli setiap periode dilakukan secara konsisten.

Sebagai contoh, Anda ingin membeli dan menabung saham di PT ZZZ sebesar 1 juta disetiap bulannya. Sistem dollar cost averaging berjalanya sebagai berikut:

  • Beli saham di harga Rp 200 per lembar di bulan Januari, Anda akan memperoleh 5000 lembar saham/50 lot.
  • Beli saham di harga Rp 230 per lembar di bulan Februari, Anda akan memperoleh 4.347 lembar saham/43,47 lot.
  • Beli saham di harga Rp 430 per lembar di bulan Maret, Anda akan memperoleh 2.325 lembar saham/23,25 lot.

Maka jumlah lembar saham yang Anda miliki seluruhnya selama 3 bulan yaitu 5.000 + 4.347 + 2.325 = 11.672 lembar saham atau sekitar 116,72 lot.

Dengan modal Rp 3 juta selama tiga bulan, maka diperoleh harga rata-rata pembelian sebesar:

Rp 3.000.000 : 11.672 = Rp 257 per lembar. Sebagai catatan, 1 lot = 100 lembar saham.

Download Aplikasi Trading Saham Terbaik Dan Terpercaya