web analytics
Panduan Cara Investasi Saham yang Benar
Panduan Cara Investasi Saham yang Benar

Panduan Cara Investasi Saham yang Benar

KABARPERTIWI – Agar Anda tidak salah melangkah dalam mengambil keputusan, sehingga peluang untuk mengalami kerugian makin besar. Anda memerlukan panduan dan materi tentang cara investasi saham yang benar.

Tahukah Anda jika banyak pemula yang bermain saham tidak bertahan lama? Hal ini disebabkan karena minimnya pengetahuan tentang investasi saham sehingga menyebabkan jarang mendapatkan keuntungan, bahkan cenderung beranggapan investasi saham sang sulit dipraktekkan.

Investasi saham bukan suatu permainan judi yang hanya spekulasi, investasi saham membutuhkan pengetahuan analisis yang baik dan perhitungan yang jelas.

Untuk meraih keuntungan itu dibutuhkan panduan cara investasi saham yang benar terutama bagi pemula. KabarPertiwi akan mengulas panduan tersebut:

1.  Modal Kecil

Apakah harus dengan modal yang minim? Bagi pemula yang belum begitu paham dan mengenal pasar saham secara detail, harus memperhatikan modal yang digunakan.

Idealnya modal untuk para pemula sbenarnya tidak ada takarannya, tetapi sebaiknya dawal modal yang digunakan relatif kecil. hal ini dimaksudkan bila Anda mengalami kerugian tidak terlalu besar.

Bila mengalami kerugian di awal itu bisa Anda jadikan sebagai pembelajaran untuk berikutnya. Semua harus melalui proses.

2. Belajar  untuk Analisis Saham

Paduan selanjutnya Anda bisa memulai belajar analisis saham secara bertahap. Umumya ada dua jenis analais yang harus diketahui pemula, analisis fundamental dan analisis teknikal.

Dengan memahami dua analisis ini Anda bisa memiliki dasar kuat untuk memperoleh keuntungan dari investasi saham.

3. Memilih Perusahaan dengan Fundamental yang Sangat Bagus

Sebagai pemula Anda disarankan untuk memilih saham dari perusahaan yang mempunyai fundamental yang bagus, biasanya saham jenis ini disebut sebagai saham Blue Chip.

Blue Chip merupakan jenis saham lapis dari perusahaan yangmampu memberikan keuntungan besar di pasar modal.

Jenis saham ini biasanya sudah memiliki brand di masyarakat dan termasuk perusahaan yang besar dan berpengalaman dalam dunia bisnis, seperti Unilever (UNVR), Bank BCA (BBCA), Bank BRI (BBRI), dan lain-lain.

4. Lakukan Diversifikasi

Apa itu diversifikasi? Secara sederhana, ini merupakan teknik untuk membagi risiko. Dengan kata lain, yang Anda beli harusnya lebih dari satu jenis saham, sehingga ketika salah satu saham mengalami penurunan, masih ada saham lain yang bisa menutupi kerugian tersebut.

Oleh karena itu, Anda bisa mencari peluang lain dengan membeli beberapa saham  yang berbeda. Jadi, jika ada satu saham nilainya mengalami penurunan, maka masih ada saham lain yang berpeluang untuk naik.

Tetapi Anda jangan terlalu banyak membeli saham, dikhawatirkan nanti Anda tidak fokus. Sudah paham sampai di sini? Inilah yang perlu Anda catat sebagai panduan investasi saham untuk pemula yang aman.

5. Review Portofolio secara Berkala

Melakukan review portofolio penting dilakukan secara berkala. Mengapa? Sebab, Anda harus tahu saham mana saja yang kurang optimal kinerjanya.

Review ini sangat penting untuk menilai saham apa yang kinerjanya bagus dan yang tidak. Jika terdapat saham yang kurang baik kinerjanya, maka Anda bisa mengganti dengan saham yang lain.

Idealnya, Anda bisa melakukan peninjauan terhadap 1 bulan sekali, atau 3 bulan sekali, dan seterusnya. Tergantung planning dan tujuan Anda.

Yang selanjutnya, rekomendasi investasi saham dalam jangka waktu yang panjang, apa saja keuntungan dan bagimana investasi saham jangka panjang?