web analytics
Asuransi Jiwa Syariah - Pengertian dan Istilah Dalam Asuransi Syariah
Asuransi Jiwa Syariah - Pengertian dan Istilah Dalam Asuransi Syariah

Asuransi Jiwa Syariah – Pengertian dan Istilah Dalam Asuransi Syariah

DOWNLOAD

KABARPERTIWI – Kali ini kita akan mebahas mengenai Pengertian Asuransi Jiwa Syariah dan Istilah-istilah di dalam Asuransi Syariah. Islamic Insurance (Asuransi Islam) atau yang lebih dikenali dengan Asuransi Syariah (Syariah Insurance) adalah instrument keuangan non bank yang dijadikan media untuk warga dalam  memperhitungkan risiko-resiko yang kemungkinan terjadi di periode mendatang.

Asuransi Syariah di Indonesia, sejak diperkembangkan tahun 1994, belum alami perubahan yang berarti. Perkembangan asuransi syariah dari hari ke hari belum sanggup memburu apa lagi menyamakan asuransi konvensioan. Pada hal kedatangan asuransi syariah cukup mendapatkan tanggapan positif dari warga, tidak cuma oleh warga muslim, tapi oleh non-muslim.

Bila dibanding dengan asuransi konvensional, asuransi syariah masih ketinggalan jauh. Menurut launching Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di tahun 2017, asset asuransi syariah cuman Rp. 34,3 Trilyun, sementara asset asuransi konservatif capai 958,06 Trilyun. Pasar sharing (market share) asuransi syariah masih rendah, yakni cuman 3,45 % dari semua asuransi.

Pengertian Asuransi Jiwa Syariah

Asuransi Jiwa Syariah adalah Asuransi yang didasari prinsip saling tolong menolong dan melindungi diantara para peserta melalui kontribusi ke Dana Tabarru, yaitu kumpulan dana kebajikan dari uang kontribusi para peserta Asuransi Jiwa Syariah yang setuju untuk saling bantu bila terjadi risiko di antara mereka. Dana ini kemudian dikelola sesuai prinsip Syariah dan di bawah pengawasan Dewan Syariah untuk menghadapi risiko tertentu.

Perbedaan utama antara Asuransi Jiwa Syariah dengan Asuransi Jiwa Konvesional terletak pada konsep dasar dan cara pengelolaan dana yang sesuai dengan prinsip-prinsip Syariah.

Istilah dalam Asuransi Syariah

Berikut ini adalah beberapa istilah penting yang digunakan dalam kesepakatan Asuransi Syariah yang penting anda ketahui agar bisa memahami konsep asuransi jiwa syariah, Antara lain adalah:

  1. Akad memiliki arti kontrak, yaitu serah terima (ijab qabul) menurut cara-cara yang disyariatkan dalam Al-Qur’an dan hadis yang berpengaruh terhadap obyek kontrak.
  2. Dana tabarru merupakan kumpulan iuran tabarru dari peserta asuransi syariah untuk tolong-menolong antar sesama mereka. Dana ini akan digunakan untuk membayar klaim manfaat asuransi syariah.
  3. Fiqh yaitu penjelasan ahli syariah atas dalil dari Al-Qur’an, Hadis, Konsensus Ulama (Ijma’), dan Qiyas.
  4. Gharar berarti ketidakjelasan
  5. Hadits yaitu semua perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan, dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan landasan syariat Umat Islam.
  6. Hibah merupakan pemberian secara sukarela.
  7. Ijab adalah pernyataan pihak pertama dalam suatu akad (Kontrak) yang menunjukkan persetujuannya untuk melakukan akad.
  8. Ijma’ merupakan permufakatan bersama para ualama atas suatu hukum.
  9. Maslahat adalah manfaat atau kebaikan.
  10. Maysir adalah judi, dalam artian kerugian satu pihak menjadi keuntungan pihak lain.
  11. Mudharat memiliki arti bahaya atau kerugian.
  12. Qiyas merupakan penetapan suatu hukum suatu perkara yang baru yang belum ada pada masa sebelumnya namun memiliki kesamaan sebab, manfaat, bahaya, dan berbagai aspek dengan perkara yang sudah lampau.
  13. Riba memiliki arti tambahan atau bunga.
  14. Syariah merupakan hukum Islam yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadis, Ijma’, dan Qiyas.
  15. Tabarru memiliki arti kebajikan.
  16. Takaful meimiliki arti saling menanggung.
  17. Ta’min memiliki arti memberikan ketenangan, rasa aman, dan bebas dari rasa takut.
  18. Wakalah Bil Ujrah merupakan kontrak perwakilan dengan biaya. Artinya, peserta asuransi syariah mewakilkan pengelolaan asuransi dan investasinya kepada perusahaan asuransi syariah. Di sini, perusahaan asuransi berhak mendapat dan memerima biaya untuk pengelolaan dana tersebut.

Bagaimana cara memilih asuransi jiwa syariah terbaik di Indonesia?

Jika anda tertarik untuk menggunakan Asuransi Jiwa Syariah, beberapa point penting untuk bisa memilih asuransi jiwa syariah terbaik di Indonesia, berikut adalah hal-hal yang bisa anda gunakan sebagai pertimbangan:

  • Adil dan tidak merugikan pihak manapun
  • Tidak ada dana hangus
  • Sistem klaim yang baik
  • Perjanjian tertuang dengan jelas dalam buku polis atau dijelaskan di awal akad.

Nah, itulah Pengertian dan Istilah penting dalam Asuransi Jiwa Syariah. Dengan sistem gotong royong, maka semua jadi lebih ringan. Itulah Asuransi Jiwa Syariah di Indonesia.

Untuk memudahkan anda dalam memilih, berikut ini adalah Referensi Asuransi Jiwa Syariah Terbaik Indonesia.

source: dari berbagai sumber